
Dalam kesempatan ini, saya akan menjelaskan Program 7 Poe Atikan yang perlu dipahami oleh seluruh warga SMAN 1 Lakbok dalam rangka menunjang terbentuknya karakter Gapura Pancawaluya:
SENEN (Ajeg Nagara):
Mengawali Senin pagi dengan semangat tegak berdiri, Senin Ajeg Nagara adalah saat untuk menginternalisasi karakter dan nilai-nilai kebangsaan. Ajeg, yang berarti kokoh, mencerminkan kekuatan NKRI dalam memelihara tradisi dan budaya. Di SMAN 1 Lakbok pelaksanaan Senin Ajeg Nagara melalui upacara bendera/apel menjadi momentum untuk menyulut semangat cinta tanah air dan patriotisme. Mari sinergikan pembelajaran kita dengan potensi dan sejarah NKRI yang kaya akan budaya, dan bersama-sama melangkah dengan tegap menuju masa depan. Menggunakan seragam Putih Abu. SMAN 1 Lakbok tidak hanya fokus pada kegiatan upacara bendera juga menerapkan budaya positif yang dikenal dengan 5S yaitu Senyum, Sapa, Salam, Sopan dan Santun.
Nama lain kegiatan ini adalah SEPATU (Senin Upacara Tertib Selalu) = Program Pembinaan kedisiplinan dan nasionalisme melalui pelaksanaan upacara bendera yang tertib dan khidmat setiap hari Senin.
SALASA (Mapag di Buana):
Dalam bahasa Indonesia, kata “mapag” berarti menjemput, sedangkan “di buana” berarti di dunia. Di SMAN 1 Lakbok, konsep ini diterapkan dengan memperkenalkan berbagai jenis peradaban dunia kepada seluruh siswa pada hari Selasa. Pelaksanaan program ini bertujuan untuk menanamkan sikap percaya diri, ketangguhan, dan kesiapan bersaing dalam dunia yang terus berkembang. Dengan cara ini, siswa diharapkan dapat mempersiapkan diri mereka untuk memperluas wawasan dan mengembangkan kompetensi yang diperlukan untuk menghadapi perubahan zaman. Bentuk kegiatan seperti gerakan membaca Buku 15 Menit.
Nama lain kegiatan ini adalah SEMERBAK CERITA (Selasa Numerasi Bersama dan Cerdas Berliterasi) = Program penguatan numerasi melalui aktivitas berhitung dan pemecahan masalah sederhana yang menyenangkan berkolaborasi dengan pembiasaan literasi melalui kegiatan membaca, menulis dan berdiskusi untuk menumbuhkan minat baca dan daya pikir kritis murid.;
REBO (Wawangi):
Dalam proses pembelajaran, pelajar didorong untuk mengasah kreativitas mereka lebih dalam lagi. Hal ini terutama ditekankan pada aspek kepekaan sosial. Mereka diajarkan untuk saling menghormati satu sama lain dan menyebarkan kasih sayang di antara sesama. Tujuan dari pendekatan ini adalah untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki empati dan rasa tanggung jawab sosial yang tinggi.
Nama lain program ini adalah GERABAH (Gerakan Rabu Bersedekah) = Kegiatan pembiasaan untuk peduli sesama melalui pelaksanaan Beas Kaheman untuk membantu orang-orang yang sangat membutuhkan. Salah satu kegiatannya adalah dengan pengumpulan beras yang dinamai Beas Kaheman, yang nantinya akan dibagikan kepada yatim piatu baik siswa maupun masyarakat sekitar yang membutuhkan.
KEMIS (Nyunda)
Menghidupkan kembali tradisi budaya Sunda di SMAN 1 Lakbok melalui kegiatan “Kemis Nyunda” adalah langkah penting dalam melestarikan kearifan lokal. Setiap hari Kamis, siswa-siswi mengenakan pakaian tradisional pangsi untuk laki-laki dan kebaya untuk perempuan. Dengan penuh kebanggaan, seluruh warga sekolah belajar berkomunikasi menggunakan bahasa Sunda yang baik dan benar. Melalui kegiatan ini, siswa belajar nilai-nilai luhur dan sopan santun yang terkandung dalam budaya Sunda.
Nama lain kegiatan ini adalah KISUNDA (Kemis Nyunda) = Program satu hari berbudaya Sunda dengan mengenakan pakaian adat sunda dan sehari belajar berbahasa sunda dengan baik dan benar sesuai undak usuk basa.
JUMAAH (Berseka)
Pada hari Jumat, para pelajar tidak hanya fokus pada peningkatan akademik, tetapi juga memperdalam aspek rohani dan jasmani mereka. Program “Jumaah Berseka” adalah kesempatan bagi semua pelajar untuk mengasah kesucian hati, jiwa, dan pikiran serta perbuatan agar senantiasa terjaga dan selalu dekat dengan Tuhan Yang Maha Esa. Pembelajaran ini dimulai dengan melaksanakan Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH) dan Jum’at Bersih (Minggu ke 1-3), Salat Dhuha secara bersama-sama, diikuti dengan pembacaan Ayat Suci Al-Quran (Minggu ke 2&4).
Nama lain kegiatan ini adalah JUMPA CERIA(Jumat Pagi Tadarus dan Ceramah Islami) = Kegiatan tadarus Al Qur’an dan ceramah Islami guna membentuk karakter religius; JUMPA MESRA (Jumat Pagi Menyenangkan Sehat dan Gembira) = program kegiatan yang berisi senam pagi ceria dilanjutkan dengan membersihkan lingkungan sekolah secara bersama-sama; GARPU SAJA (Gerakan Pungut Sampah Bersahaja) = Program memungut sampah yang terlihat sebagai pembiasaan peduli lingkungan; GANDUM (Gerakan Murid Disiplin Minum) = Program pembiasaan minum air putih secara teratur untuk menjaga kesehatan dan konsentrasi murid.; CITA SUARSIH (Cuci Tangan Supaya Bersih) = Program pembiasaan mencuci tangan dengan benar sebagai upaya menjaga kebersihan dan mencegah penyakit;
SAPTU MINGGU (Kaheman)
Pada setiap akhir pekan, tepatnya Sabtu dan Minggu, diadakan kegiatan yang disebut “Sabtu-Minggu Kaheman”. Ini adalah sebuah inisiatif yang bertujuan untuk mengembangkan karakter siswa agar menjadi pribadi yang taat dan patuh kepada orang tua mereka. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta kedekatan yang erat antara anak dan orang tua. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan keluarga tetapi juga membentuk sikap positif pada anak-anak.
Program unggulan lainnya adalah GERUS SAMBEL (Gerakan Wirausaha Siswa Sambil Belajar) = merupakan lanjutan program Karasa Karisi melalui wirausaha sederhana membuat dan menjual pupuk organik secara mandiri dan menabung di Mini Bank BJB.;
Semoga dapat dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah.
oleh: Wawan Kuswanda-KS SMAN 1 Lakbok
