Menguatkan Nilai PINTER di SMAN 1 Lakbok melalui Gapura Panca Waluya

Pendidikan abad ke-21 menuntut sekolah tidak hanya menghasilkan lulusan yang mampu menguasai materi pelajaran, tetapi juga individu yang berpikir kritis, kreatif, dan adaptif terhadap perubahan. Menyikapi tuntutan tersebut, Program Gapura Panca Waluya hadir sebagai penguatan pendidikan karakter berbasis budaya Sunda yang diterapkan di berbagai sekolah di Jawa Barat, termasuk di SMAN 1 Lakbok.

Gapura Panca Waluya menanamkan lima nilai utama pembentuk karakter peserta didik, yaitu Cageur (sehat), Bageur (baik hati), Bener (jujur dan disiplin), Pinter (cerdas), dan Singer (terampil). Di SMAN 1 Lakbok, kelima nilai ini diintegrasikan secara nyata dalam proses pembelajaran dan budaya sekolah. Salah satu dimensi yang terus dikembangkan secara konsisten adalah PINTER, sebagai simbol kecerdasan, kreativitas, dan semangat belajar sepanjang hayat.

Makna Nilai PINTER dalam Konteks Pendidikan

Dalam bahasa Sunda, kata Pinter berarti cerdas. Namun, dalam kerangka Gapura Panca Waluya, makna Pinter tidak dibatasi pada kecerdasan akademik semata. Pinter dimaknai sebagai kecerdasan yang utuh dan seimbang, mencakup berbagai aspek kehidupan.

Nilai Pinter mencerminkan kecerdasan intelektual, yaitu kemampuan memahami pelajaran, berpikir logis, dan memecahkan masalah secara sistematis. Selain itu, Pinter juga mencakup kecerdasan emosional, yang terlihat dari kemampuan mengendalikan diri, bekerja sama, dan menghargai orang lain. Aspek kecerdasan sosial menekankan peran aktif siswa dalam kelompok, kepedulian terhadap lingkungan, serta kemampuan berinteraksi secara sehat di masyarakat.

Lebih jauh, nilai Pinter menyentuh kecerdasan spiritual, yaitu kesadaran terhadap nilai-nilai moral dan religius dalam setiap tindakan. Di era digital, Pinter juga bermakna cerdas digital dan kreatif, yakni kemampuan memanfaatkan teknologi secara bijak, kritis, dan produktif untuk menghasilkan karya yang inovatif dan bermanfaat.

Melalui pemaknaan yang komprehensif ini, siswa SMAN 1 Lakbok diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas secara menyeluruh—tidak hanya unggul di ruang kelas, tetapi juga bijak dalam bersikap dan berkarya di tengah masyarakat.

Implementasi Nilai PINTER di SMAN 1 Lakbok

Penguatan nilai Pinter di SMAN 1 Lakbok dilaksanakan melalui berbagai program pembelajaran dan kegiatan sekolah yang dirancang untuk mengasah potensi intelektual, kreativitas, serta daya pikir kritis peserta didik.

Dalam proses belajar mengajar, guru menerapkan pembelajaran aktif dan kreatif melalui pendekatan Active Learning, Project-Based Learning, serta literasi berbasis karakter. Pendekatan ini mendorong siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mengolah, menganalisis, dan mengaitkan pengetahuan dengan permasalahan nyata.

Sekolah juga mengembangkan “Pinter Class” sebagai kelas inovasi, di mana setiap kelas memiliki program unggulan seperti mini riset, proyek lingkungan, atau pengembangan karya seni dan teknologi sederhana. Kegiatan ini melatih daya cipta, kemampuan analitis, serta keberanian siswa untuk bereksperimen dan berinovasi.

Penguatan budaya literasi dilakukan melalui Gerakan Literasi Sekolah (GLS), dengan pembiasaan membaca 15 menit sebelum pembelajaran, dilanjutkan diskusi buku dan book talk. Program ini tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga memperluas wawasan dan kemampuan berpikir reflektif siswa.

Untuk mengembangkan potensi dan kepercayaan diri, SMAN 1 Lakbok secara aktif mendorong partisipasi siswa dalam kompetisi akademik dan non-akademik, seperti olimpiade sains, lomba pidato, dan karya tulis. Kegiatan ini menjadi ruang aktualisasi kemampuan sekaligus pembentukan mental berprestasi.

Pemanfaatan teknologi digital diarahkan secara positif dan edukatif. Siswa dilatih membuat presentasi kreatif, video pembelajaran, serta konten edukatif, sekaligus dibekali literasi informasi dan etika bermedia agar mampu menjadi pengguna teknologi yang cerdas dan bertanggung jawab.

Kolaborasi antara pendidik dan peserta didik diwujudkan melalui program “Guru Pinter, Siswa Inspiratif”, yang melibatkan kegiatan inovatif seperti penelitian sederhana, pelatihan robotik, hingga edukasi sains yang menyenangkan. Sinergi ini menjadikan proses belajar lebih hidup, kontekstual, dan bermakna.

Dampak Positif Penguatan Nilai PINTER

Implementasi nilai Pinter melalui Gapura Panca Waluya memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan peserta didik di SMAN 1 Lakbok. Siswa menjadi lebih aktif, percaya diri, dan kritis dalam berpikir. Berbagai proyek dan kegiatan memunculkan inovasi serta ide-ide kreatif yang mencerminkan potensi siswa secara nyata.

Lingkungan sekolah berkembang menjadi pusat belajar yang menyenangkan dan inspiratif, dengan peningkatan prestasi akademik maupun non-akademik. Lebih dari itu, terbentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan memiliki wawasan luas untuk menghadapi tantangan masa depan.

Penutup

Nilai PINTER dalam Gapura Panca Waluya di SMAN 1 Lakbok bukan sekadar tentang kecakapan berpikir cepat atau penguasaan materi pelajaran. Pinter adalah tentang menjadi pembelajar sejati—pribadi yang ingin terus tahu, berani mencoba, dan mampu memanfaatkan ilmunya untuk kebaikan bersama. Melalui pembiasaan nilai Pinter, SMAN 1 Lakbok menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi yang cerdas, kreatif, beretika, dan siap berkontribusi positif bagi masa depan.

Penulis: Wawan Kuswanda-KS SMAN 1 Lakbok